Saturday, February 4, 2017

Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan Finlandia

pendidak finlandia

Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan Finlandia
Saat ini, Finlandia adalah salah satu negara yang menjadi sorotan dalam bidang pendidikan. Betapa tidak, mereka berhasil meraih pendidikan terbaik dalam tingkat dunia. Indonesia seharusnya bisa meniru negara semacam Finlandia untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan melahirkan generasi yang terdidik dengan benar. Finlandia menjadi kiblat pendidikan bagi berbagai negara-negara di dunia. Kesuksesan mereka dalam mendidik dan melahirkan generasi cemerlang memang patut ditiru, karenanya informasi tentang bagaimana sistem pendidikan yang ada di Finlandia menjadi penting untuk kita ketahui.
Lantas apa sebetulnya yang menjadikan Finlandia mampu mendidik generasi mereka sehingga menjadi orang-orang yang cerdas? Apa yang membedakan mereka dengan kita yang saat ini tengah terseok-seok dalam membangun sistem pendidikan? Untuk itu, ulasan berikut ini patut untuk anda simak. Untuk menambah informasi tentang dunia pendidikan lainnya, simak juga berbagai artikel pendidikan menarik di gamepos.id. Berikut ini beberapa perbedaan antara sistem pendidikan Indonesia dengan Finlandia:

1. Biaya Pendidikan di Finlandia Gratis Total. Bahkan, Swastapun diatur agar biaya pendidikan tetap terjangkau
Di Finlandia, orang tua tidak perlu kebingungan harus memilih sekolah mana yang bisa menjadikan anaknya berkualitas, karena semua sekolah di Finlandia itu setara kualitasnya. Biaya pendidikanpun gratis. Sistem pendidikan di Finlandia didirikan berdasarkan kesetaraan dan keadilan merata. Dalam sistem pendidikan mereka tidak ada istilah subsidi sebagaimana di Indonesia. Mereka tidak memandang siapa bersekolah tapi bagaimana agara semua mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan gratis dan berkualitas.

Selain itu, Finlandia juga menyediakan fasilitas yang mendukung bagi kelangsungan pembelajaran seperti makan siang, biaya kesehatan, dan angkutan sekolah. Tentunya ini ditopang oleh ekonomi Finlandia yang mandiri. Barangkali, susah untuk diikuti bagi negara seperti kita, tetapi jika kita memahami pentingnya pendidikan sebagai fondasi bangsa, tentu ini akan mudah direalisasikan.

2. Usia Minimal Untuk Bisa Bersekolah di Finlandia adalah 7 Tahun
Di Indonesia, orang tua sering ketakutan jika anak mereka telat masuk sekolah dalam hal usia. Mereka ketakutan jika di awal sekolahnya nanti tidak terbiasa, nantinya susah dapat SD, SMP, atau SMA yang bagus. Di Finlandia, kekhawatiran semacam ini tidak ada. Di negara ini bahkan menuntut agar sebaiknya anak disekolahkan setelah usianya beranjak 7 tahun.

Di usia dini, anak-anak Finlandia justru diajak untuk lebih banyak bermain, belajar mencari dan menemukan apa yang ada disekeliling mereka. Karenanya, ketika beranjak remaja mereka terbiasa menemukan sendiri cara pembelajaran yang paling efektif bagi mereka. Ini menjadikan mereka tidak terpaksa dalam belajar. Bertolak belakang dengan sistem kita. Oleh karena itu, pelajar umur 15 tahun di Finlandia mampu meraih nilai tertinggi dalam tes internasional Programme for International Student Assessment (PISA).

3. Di Finlandia 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat
Filosofi pendidikan Finlandia meyakini, kemampuan terbaik siswa mempelajari ilmu baru akan datang jika mereka diberikan waktu untuk merehatkan otak dan membangun fokus baru. Mereka kemudian menjadi lebih produktif pada saat jam belajar.
Dengan memberikan waktu istirahat seperti tadi, itu juga sesungguhnya bermanfaat bagi kesehatan. Mereka menjadi lebih aktif bergerak dan tidak terlalu lama duduk. Dengan kebiasaan ini, tubuh mereka menjadi lebih bugar dan sehat.

4. Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Cara Mengevaluasi Murid-Muridnya. Karena Itu, Ujian Nasional Tidaklah Perlu
Ujian Nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah yakin bahwa guru adalah orang yang paling paham mengenai kurikulum dan cara menilai terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka. Kualitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi membuat pemerintah percaya untuk menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka. Mereka hanya diberikan pedoman nasional yang longgar yang harus diikuti. 

5. Gaji Guru Di Finlandia Termasuk Kategori Besar, dan Mereka Digratiskan Menempuh Pendidikan Sampai Master.
Pendorong utama dari setaranya kualitas yang ditemukan di semua sekolah di Finlandia adalah mutu dan kemampuan guru-guru mereka yang melangit. Bayangkan, guru adalah merupakan pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan mereka pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat. Dan yang terpenting, semua guru di Finlandia wajib meraih gelar master yang dibantu penuh oleh pemerintah. Mereka juga memiliki tesis yang sudah dipublikasi.

6. Siswa SD SMP di Finlandia Sekolahnya Hanya 4-5 Jam/hari. Ketika beranjak SMA, Sistem Pendidikan Mereka Sudah Seperti di Bangku Kuliah
Jam sekolah di Finlandia relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia tidak lama berada di seoklah, hanya selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun menggunakan aturan seperti sistem perkuliahan. Untuk mengikuti pelajaran, cukup dengan datang pada jadwal pelajaran yang telah mereka pilih. Mereka tidak dipaksa untuk datang, tetapi datang atas pilihan mereka sendiri.
Dengan jam belajar yang pendek, mereka menjadi lebih produktif. Pada awal semester, guru-guru memerintahkan mereka untuk memilih target atau cara pembelajaran sendiri sehingga ketika masuk kelas, mereka tidak hanya tahu dan siap, tapi juga sangat antusias memulai proyeknya.

7. Sistem Rangking di Finlandia ditiadakan !
Tujuan utama sistem pendidikan Finlandia adalah membuat seluruh generasi cerdas, pintar, dan terdidik tanpa terkecuali. Tidak ada istilah juara atau rangking, sebagaimana Indonesia yang sering melakukan dikotomi antara murid yang satu dengan yang lain. Di Finlandia, semua siswa adalah juara, semua sama rata. Orang-orang Finlandia sadar bahwa sistem pendidikan yang menggunakan rangking akan berujung pada kompetisi yang akan membuat jurang perbedaan antara yang bodoh dan pintar. Ini tidak sesuai dengan misi pendidikan yang sejati yaitu melahirkan generasi yang terdidik tanpa terkecuali.
Jangan lupa untuk menyimak artikel pendidikan menarik lainnya di gamepos.id. Sekian. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment